Postingan

I Shop, Therefore I Am

Gambar
  Sumber Gambar: D'Seven (Pengabsos Tanjung Mas, Semarang Utara) Kerusakan lingkungan hidup adalah salah satu persoalan yang amat serius diperbincangkan pada zaman ini. Hemat saya, dis orientasi perilaku manusia dari semangat ekologis adalah penyebabnya. Pola pikir dan pola hidup ekologis menjadi serba-serbi tantangan bagi dewasa masa kini. Nilai ini terperosok dalam mentalitas konsumerisme yang semakin meningkat. Dampaknya l ingkungan mengalami ketidakseimbangan. Konsumerisme adalah salah satu penyebabnya. Hal itu tak dapat dimungkiri lagi. Dunia semakin maju dan life style zaman terarah pada totalitas konsumerisme. Rene Descartes, seorang filsuf nasionalis modern menyatakan “ cogito ergo sum ”, saya berpikir maka saya ada. Konsep ini diyakini dan implementasikan oleh manusia lewat buah karya pemikiran yang bisa dirasakan oleh indra. Akan tetapi, di era kapitalisme modern, konsep ini direduksi lagi dengan memunculkan sesanti baru “ consume ergo sum”; “ i shop, therefore i am...

Ajaran Trinitas Menurut Athanasius

Gambar
Sumber Gambar: mirifica.net Athanasius lahir di Aleksandria sekitar tahun 295 dan meninggal pada tahun 373. Ia mendapat pendidikan klasik dan teologis ditempat kelahirannya. Ia ditahbiskan menjadi diakon pada tahun 319 dan tidak lama kemudian ia menjadi sekretaris uskup di Aleksandria yang bernama Aleksander. Tugas terbesarnya sebagai sek re taris, ia harus menemani uskup dalam mengikuti Konsili Nikea di mana ada diskusi dan pertentangan beberapa ajaran teologi dengan kaum Arian. Santo Athanasius menjadi pembela dalam ajaran Gereja Katolik tentang Trinitas dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia. Ia juga dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu. Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nikea, yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Athanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus, ...

Gelar-Gelar Yesus sebagai Anak Allah

Gambar
  Sumber Gambar: sketsindonews.com Topik mengenai Anak Allah dapat kita temukan dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Namun keduanya memberikan gambaran yang berbeda tentang itu. Dalam Perjanjian Lama, sebutan Anak Allah digunakan untuk malaikat (Kej 6:6), bangsa Israel (Kel 4:22-23) dan raja (2 Sam 7:14). Sedangkan dalam PB sebutan Anak Allah untuk menjelaskan mengenai pribadi Yesus. Ia disebut sebagai Putra Allah. Gelar Anak Allah atau Putra Allah itu muncul kurang lebih 124 kali dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Sejak awal hidup-Nya, Yesus sendiri menyadari hubungan-Nya yang khas dengan Allah sebagai Bapa dan Ia sebagai Anak.   Ada beberapa peristiwa yang mengafirmasi bahwa Yesus adalah Anak Allah, antara lain: pembaptisan (Mrk 1:11, Mat 3:17, Luk 3:22), peristiwa transfigurasi (Mat 17:5), peristiwa di taman Getzemani dan peristiwa salib, Yesus menyebut Allah sebagai “Abba” (Mat 26:63.64, Luk 23:46). Selain peristiwa itu, Yesus sendiri juga mempunyai relasi per...

Keselamatan dalam Pandangan Agustinus dan Anselmus

Gambar
  Sumber Gambar: Ikatolik Pemikiran St. Agustinus tentang keselamatan (soteoriologi) harus dipahami sebagai kebutuhan setiap orang. Artinya berkaitan dengan kebutuhan, keselamatan itu harus dipahami mencangkup setiap orang untuk di selamatkan dari dosa dan segala akibatnya. Agustinus melihat bahwa, karena dosa dari Adam, semua manusia juga mengalami atau menerima ‘kutukan’ itu. Berkaitan dengan kutukan itu, maka kebebasan manusia tidak menjadi bebas lagi. Sebenarnya dasar pemahaman akan pandangan Agustinus yang begitu keras menekankan soal dosa adalah Cinta Allah. Memang Agustinus menjelaskan mengenai kemarahan Allah, tapi ia juga menekankan kesungguhan Cinta Allah kepada manusia; karena cinta inilah, Ia mengutus Putra-Nya sendiri. Hemat saya, di sini bisa dilihat bahwa gambaran keselamatan Agustinus bukan terfokus pada keselamatan universal, tapi pada terfokus pada cinta yang total, cuma-cuma dan berdaya guna dari Allah kepada manusia yang diselamatkan. Keselamatan berarti bersatu...

Toleransi Beragama di Era Revolusi Industri 4.0

Gambar
  Sumber Gambar: muslimahnews.com Realitas dunia semakin serba-serbi tanpa batas apapun. Kehidupan sosial yang dulunya sangat dibatasi oleh ruang fisik, kini bisa saja dengan mudah diukur dan ditentukan oleh angka-angka secara virtual tanpa menghadirkan eksistensi fisik. Perkembangan dunia digital tanpa sadar telah merubah perilaku sosial, ekonomi, politik bahkan agama. Banyak hal yang memudahkan akibat kemajuan ini, tetapi secara tidak langsung, peran-peran signifikan manusia secara nyata pelan-pelan bergeser hanya sekedar menjadi aktor-aktor virtual dalam dunia digital. Eksistensi setiap pribadi saat ini bahkan sangat ditentukan oleh setiap akun yang dimilikinya dalam dunia maya. Revolusi industri 4.0 telah membuka jalan kemudahan untuk akses beragam informasi dalam banyak hal sehingga batasan-batasan fisik, baik jarak, waktu atau tempat bukan lagi menjadi alasan keterbatasan manusia. Revolusi Industri 4.0 adalah pengembangan dan penerapan sistem cerdas tekno-manu...

Dialog dan Ego Agama Ala Dalai Lama

Gambar
  Sumber Gambar:  dw.com Dalam bukunya Beyond Religion-Etic For The whole World , Dalai Lama beranggapan bahwa etika tentu tidak dapat dipisahkan dengan agama-agaman dan keyakinan. Baginya di dalam agama terkandung spiritualitas yang menggerakan manusia untuk bertindak secara baik. Spritualitas tersebut memiliki dua dimensi, [1] yakni pertama , kesejahteraan spiritual dasar. Yang dimaksud dengan kesejahteraan spiritual dasar adalah mental batin dan kekuatan dan keseimbangan emosional yang datang dari kodrat manusia. Spiritual dasar ini, yakni adanya kecenderungan dalam diri manusia yang dilandaskan pada cinta, kebaikan, dan kasih sayang. Kedua, adalah apa yang mungkin dianggap spiritualitas berbasis agama, yang diperoleh dari didikan kita dan budaya m,  serta terkait dengan kepercayaan dan praktik tertentu.  Berhadapan dengan multi-religions, Dalai Lama percaya bahwa semua agama dan keyakinan memiliki nilai-nilai moral dan ajaran yang merujuk pada suatu kebaikan...

Dosa, Rahmat dan Keselamatan

Gambar
Sumber Gambar: menjawabkristen. net Dalam tulisan sederhana ini, penulis akan mengupas tentang dosa, rahmat, keselamatan dan hubungannya. Pertama , dosa. Dosa merupakan kenyataan yang pasti dan selalu ada dalam hidup manusia. Setiap orang pasti pernah berbuat dosa selama hidupnya. Sudah dari sananya manusia berdosa dan dosa inilah yang disebut dosa asal. Ini seringkali menjadi alasan mengapa anak yang masih kecil mesti dibaptis. Cyprianus, di Gereja Barat, menyatakan bahwa seorang anak kecil yang dibaptis dilepaskan dari situasi kedosaan yang melekat padanya karena ia adalah keturunan Adam. [1] Ini mengafirmasikan bahwa dosa asal merupakan dosa yang dibuat oleh manusia pertama. Hal ini sejalan dengan pemikiran Agustinus. Menurut Agustinus setiap orang dan seluruh umat manusia dihukum oleh karena dosa Adam, yang di dalamnya mereka semua berdosa dan bukan karena dosa-dosa pribadi. [2] Dalam Perjanjian Lama istilah yang paling banyak dipakai untuk menunjuk tindakan berdosa punya arti p...