Postingan

ADA DUA NAMA PAUS DALAM DOA SYUKUR AGUNG: "KOK BISA?"

Gambar
                                                 Dalam Perayaan Ekaristi, pada saat Doa Syukur Agung, saya menemukan praktik ada seorang Imam, setelah menyebutkan Paus Fransiskus, ia juga menyebut Paus Emeritus Benediktus XVI. Dalam benak, saya beranggapan bahwa seolah-olah ada dua Paus ketika imam mendoakan keduanya dalam Doa Syukur Agung; Apakah yang dilakukan Imam tersebut dapat dibenarkan? Bukankah kita memiliki hanya satu Paus? Kalau tidak bagaimana doa dan cara yang paling tepat untuk mendoakan beliau? Kenyataan yang dihadapi Gereja saat ini tidak lazim terjadi. Sebab, sering kali dialami oleh umat dan Gereja Katolik yakni pergantian Paus dilakukan setelah Paus itu meninggal sehingga ketika Paus pengganti mengemban tugas kegembalaan, kelihatan satu Paus saja. Akan tetapi, kenyataan sekarang berbeda, Paus Benediktus XVI, Paus Pendahulu k...

PERAYAAN EKARISTI TANPA ANGGUR ATAU HOSTI: "MASA?"

Gambar
                                                   Ketika perayaan Ekaristi berlangsung di sebuah stasi Kampung terpencil (jauh dari paroki), Anggur tumpah saat persembahan. Anggur tersebut merupakan anggur terakhir untuk digunakan dalam perayaan Ekaristi. Lalu apakah perayaan Ekaristi tersebut dapat dilanjutkan?   Gereja menegaskan bahwa Ekaristi merupakan “sumber dan puncak dari hidup Kristiani” . [1] Posisi Ekaristi  sangat penting dalam menggereja. Gereja menaruh perhatian (syarat) yuridis dan teologis demi liceitas dan validitas dari sebuah perayaan Ekaristi. Untuk itu, kasus di atas jarang terjadi di dalam perayaan Ekaristi.  Akan tetapi, jika peristiwa ini terjadi akan menimbulkan banyak pertanyaan dan kebingungan bagi banyak orang. Apalagi mereka yang awam. Mereka bisa saja pro dan kontra soal keberlangsungan ...

KATEKESE: "KRISTOSENTRIS VS EGOSENTRIS

Gambar
                                                                   Sumber Gambar: PNGdownload.Id Katekese adalah suatu bagian penting dalam hidup menggereja. Katekese merupakan sebuah sarana dan media untuk mendidik iman Kristiani . Katekese menjadi media peleburan dan penyampaian berita gembira (Injil) Yesus Kristus kepada semua generasi Kristiani di dunia. Hal ini dilandaskan pada upaya dan perintah Yesus sendiri yang tertuang dalam Matius 28: 19-20: “ untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid-Nya, untuk membaptis mereka, dan untuk mengajarkan segala yang telah diperintahkan-Nya ”. Untuk itu, hakekat katekese adalah sebuah upaya komunikasi kepada semua orang yang secara khusus telah dibaptis untuk mengenal Yesus Kristus secara lebih dalam. Tidak heran jika katekese berada dalam bingkai pendidika...

Aku Yang Lain Menurut Levinas

Gambar
                                                                             S umber Gambar: Idenera Menurut Levinas sejarah filsafat barat mengejar totalitas. “Ego” menjadi pusat karena selalu bertolak dari “aku” dan kembali kepada “aku”. Sejak Plotinos dikatakan bahwa jiwa selalu kembali kepada dirinya sendiri.  Descartes mempertajam dengan slogan “aku berpikir maka aku ada”. Subyek menentukan eksistensi objek. Husserl pun masih jatuh pada kekeliruan yang sama. Totalitas diganti dengan “yang tak berhingga”. Realitas tidak bisa direngkuh seluruhnya ke dalam sistem kesadaran. Hal itu sudah ditemukan Heidegger namun masih abstrak. Pada Levinas, “Ada” atau “yang tak berhingga” itu adalah Orang Lain (Autrui).  Saat berjumpa dengan Orang Lain, totalitas hancur. L...

I Shop, Therefore I Am

Gambar
  Sumber Gambar: D'Seven (Pengabsos Tanjung Mas, Semarang Utara) Kerusakan lingkungan hidup adalah salah satu persoalan yang amat serius diperbincangkan pada zaman ini. Hemat saya, dis orientasi perilaku manusia dari semangat ekologis adalah penyebabnya. Pola pikir dan pola hidup ekologis menjadi serba-serbi tantangan bagi dewasa masa kini. Nilai ini terperosok dalam mentalitas konsumerisme yang semakin meningkat. Dampaknya l ingkungan mengalami ketidakseimbangan. Konsumerisme adalah salah satu penyebabnya. Hal itu tak dapat dimungkiri lagi. Dunia semakin maju dan life style zaman terarah pada totalitas konsumerisme. Rene Descartes, seorang filsuf nasionalis modern menyatakan “ cogito ergo sum ”, saya berpikir maka saya ada. Konsep ini diyakini dan implementasikan oleh manusia lewat buah karya pemikiran yang bisa dirasakan oleh indra. Akan tetapi, di era kapitalisme modern, konsep ini direduksi lagi dengan memunculkan sesanti baru “ consume ergo sum”; “ i shop, therefore i am...

Ajaran Trinitas Menurut Athanasius

Gambar
Sumber Gambar: mirifica.net Athanasius lahir di Aleksandria sekitar tahun 295 dan meninggal pada tahun 373. Ia mendapat pendidikan klasik dan teologis ditempat kelahirannya. Ia ditahbiskan menjadi diakon pada tahun 319 dan tidak lama kemudian ia menjadi sekretaris uskup di Aleksandria yang bernama Aleksander. Tugas terbesarnya sebagai sek re taris, ia harus menemani uskup dalam mengikuti Konsili Nikea di mana ada diskusi dan pertentangan beberapa ajaran teologi dengan kaum Arian. Santo Athanasius menjadi pembela dalam ajaran Gereja Katolik tentang Trinitas dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia. Ia juga dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu. Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nikea, yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Athanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus, ...

Gelar-Gelar Yesus sebagai Anak Allah

Gambar
  Sumber Gambar: sketsindonews.com Topik mengenai Anak Allah dapat kita temukan dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Namun keduanya memberikan gambaran yang berbeda tentang itu. Dalam Perjanjian Lama, sebutan Anak Allah digunakan untuk malaikat (Kej 6:6), bangsa Israel (Kel 4:22-23) dan raja (2 Sam 7:14). Sedangkan dalam PB sebutan Anak Allah untuk menjelaskan mengenai pribadi Yesus. Ia disebut sebagai Putra Allah. Gelar Anak Allah atau Putra Allah itu muncul kurang lebih 124 kali dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Sejak awal hidup-Nya, Yesus sendiri menyadari hubungan-Nya yang khas dengan Allah sebagai Bapa dan Ia sebagai Anak.   Ada beberapa peristiwa yang mengafirmasi bahwa Yesus adalah Anak Allah, antara lain: pembaptisan (Mrk 1:11, Mat 3:17, Luk 3:22), peristiwa transfigurasi (Mat 17:5), peristiwa di taman Getzemani dan peristiwa salib, Yesus menyebut Allah sebagai “Abba” (Mat 26:63.64, Luk 23:46). Selain peristiwa itu, Yesus sendiri juga mempunyai relasi per...